Menpora Dito Ingin SOIna Setara dengan NPC

Menpora Dito Ingin SOIna Setara dengan NPC

Menpora Dito Ingin SOIna Setara dengan NPC. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, atau yang akrab disapa Menpora Dito, mengungkapkan keinginannya untuk meningkatkan pengembangan prestasi atlet hambatan intelektual di Indonesia. Menpora Dito berharap Special Olympics Indonesia (SOIna) dapat setara dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dalam hal pengembangan prestasi atlet hambatan intelektual.

SOIna merupakan organisasi olahraga yang fokus pada pengembangan atlet dengan hambatan intelektual. Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga untuk melibatkan dan mempromosikan partisipasi atlet hambatan intelektual di Indonesia.

Menpora Dito menyadari pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi atlet hambatan intelektual untuk berkembang dan berprestasi di bidang olahraga. Dalam hal ini, ia ingin SOIna memiliki peran yang setara dengan NPC Indonesia dalam mendukung dan mengembangkan atlet hambatan intelektual.

Menpora Dito juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh kepada SOIna dalam upaya mereka untuk meningkatkan prestasi atlet hambatan intelektual. Salah satu langkah yang akan diambil adalah meningkatkan aksesibilitas fasilitas olahraga bagi atlet hambatan intelektual.

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mewujudkan inklusi dan kesetaraan dalam bidang olahraga. Dengan memberikan dukungan kepada SOIna, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan yang inklusif bagi atlet hambatan intelektual untuk berkembang dan berprestasi.

Menpora Dito juga menekankan pentingnya kerjasama antara SOIna dan NPC Indonesia. Ia berharap kedua organisasi ini dapat saling mendukung dan bekerja sama dalam mengembangkan atlet hambatan intelektual.

Menpora Dito Ingin SOIna Setara dengan NPC

Untuk mencapai tujuan ini, Menpora Dito akan memfasilitasi pertemuan antara SOIna dan NPC Indonesia. Pertemuan ini diharapkan dapat membahas kerjasama dalam pengembangan prestasi atlet hambatan intelektual serta membangun sinergi antara kedua organisasi.

Menpora Dito juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendukung dan memberikan apresiasi kepada atlet hambatan intelektual. Ia berharap dengan adanya dukungan dari masyarakat, atlet hambatan intelektual dapat semakin termotivasi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.

Di samping itu, Menpora Dito juga berencana untuk mengadakan kejuaraan olahraga khusus untuk atlet hambatan intelektual. Kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk mengukur kemampuan dan prestasi atlet hambatan intelektual serta meningkatkan popularitas dan apresiasi terhadap olahraga ini.

Menpora Dito berharap dengan upaya-upaya ini, SOIna dapat setara dengan NPC Indonesia dalam pengembangan prestasi atlet hambatan intelektual. Ia yakin bahwa atlet hambatan intelektual memiliki potensi yang besar dan dapat meraih prestasi yang gemilang jika diberikan kesempatan yang sama dengan atlet lainnya.

Sebagai Menpora, Dito berkomitmen untuk terus mendukung dan memperjuangkan hak-hak atlet hambatan intelektual. Ia berharap melalui kerjasama antara pemerintah, SOIna, dan NPC Indonesia, dapat tercipta lingkungan yang inklusif dan setara bagi atlet hambatan intelektual di Indonesia.

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo meminta kepada Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora dan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora agar keberadaan Special Olympics Indonesia (SOIna) bisa disetarakan dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Menpora Dito Ingin SOIna Setara dengan NPC

Hal tersebut disampaikan Menpora Dito saat memberikan sambutan di acara Pengukuhan Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (PP-SOIna) masa bakti 2023-2027 di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin  (18/12) siang.

“Pak Deputi saya meminta keberadaan SOIna bisa disetarakan dengan  NPC Indonesia. Bagaimana caranya nanti kita exercise. Dan yang pasti saya ingin di kepemimpinan saat ini Kemenpora menjadi kementerian yang inklusif,” ucap Menpora Dito.

“Dan saya yakin dengan kesetaraan ini akan banyak adik-adik kita se-Indonesia yang memiliki hambatan intelektual jadi terbuka opportunity dan juga kesempatan mereka untuk berkarya dalam negeri ini,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Menpora Dito juga menyampaikan bahwa saat konferensi pers dengan Presiden Joko Widodo dua Minggu lalu, salah satu agenda rencana SOIna bidding untuk Special Olympics World Summer Games (SOWSG) 2027 sudah diumumkan di hadapan Presiden Joko Widodo.

“Jadi ini salah satu langkah yang harus dipersiapkan bersama Kemenpora dan SOIna. Dan saya rasa momentum ini jangan sampai kita lewatkan agar Indonesia bisa  menjadi salah satu negara yang sangat inklusif. Dan saya yakin seluruh yang ada di sini (Kemenpora) memiliki jiwa yang sama untuk kemajuan dan kesejahteraan adik-adik kita semuanya,” jelasnya.

Menpora Dito Ingin SOIna Setara dengan NPC

Sementara itu, Ketua Umum Special Olympics Indonesia (SOIna) untuk periode 2023-2027 Warsito Ellwin menyoroti tantangan masa depan, terutama terkait pembukaan ruang lebih luas bagi anak-anak bertalenta khusus.

“Peran SOIna tidak hanya dalam kegiatan olahraga, melainkan juga dalam kegiatan sosial dan kebudayaan. Targetnya adalah membangun SOIna bersama berbagai pihak untuk memberikan peluang sebesar-besarnya bagi anak-anak bertalenta,” tuturnya.

“Mereka punya talenta, mereka  bisa melakukan banyak hal. Ini adalah momentum, dan ruang yang luas telah terbuka, manfaatkan semaksimal mungkin untuk talenta anak-anak kita ini,” tutupnya.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis